Sama Rata Sama Rasa
Oleh
Aghnie Hasya Rif
SMP Alfa Centauri Bandung
17 mei 2010
Sama Rata Sama Rasa
Nama saya Aghnie Hasya Rif, umur saya 14 tahun kurang 3 bulan. Sekolah saya SMP Alfa Centauri adalah sekolah yang baru saja berdiri dengan jumlah murid 54 orang yang terdiri dari 21 anak kelas 8 dan 33 anak kelas 7. Di sekolah saya terdapat kesenjangan sosial yang tinggi. Murid yang kaya diantar ke sekolah dengan mobil mewahnya sedangkan murid yang kurang mampu untuk keperluan remeh temeh seperti ongkos sekolah saja sulit apalagi untuk keperluan lainnya yang membutuhkan biaya yang lebih.
Yang rumahnya dekat dengan sekolah masih ada solusi lain untuk mengantisipasi masalah ‘kesulitan ongkos’ tersebut, yaitu dengan cara berjalan kaki dari rumah. Tetapi bagaimana dengan murid kurang mampu yang rumahnya jauh dari sekolah? Adapun beberapa murid kurang mampu yang rumahnya jauh dari sekolah mempunyai sepeda yang bisa mereka gunakan untuk transportasi ‘tanpa biaya’ untuk ke sekolah. Tapi kan tidak semua punya sepeda dan mampu untuk membeli sepeda?
Untungnya di sekolah saya disediakan asrama yang letaknya berada di dekat sekolah untuk memudahkan murid-murid kurang mampu yang rumahnya jauh dari sekolah dan mempunyai masalah biaya. Tetapi tinggal di asrama sekolah pun bukan solusi yang 100% meringankan beban. Masalahnya, murid yang tinggal di asrama dibebankan biaya Rp 40.000 perbulan untuk keperluan asrama seperti membeli gas untuk memasak di kompor bersama, matras untuk alas tidur dan fasilitas lainnya yang tidak tersedia di asrama, juga untuk membayar sewa bangunan yang dijadikan asrama tersebut, karena bangunan asrama tersebut tidak dibeli pihak sekolah, hanya untuk disewa sementara.
Masalah-masalah biaya yang tertulis diatas hanya sebagian kecil saja, masih ada masalah-masalah biaya lainnya, misalnya untuk buku pelajaran yang harganya tidak dapat dijangkau oleh murid-murid kurang mampu atau ketika pihak sekolah atau OSIS mengadakan kegiatan sekolah. Kadangkala kegiatan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kegiatan yang diadakan pihak sekolah atau OSIS biasanya diadakan sebagai penunjang pelajaran supaya murid dapat semakin terbantu dalam belajar.
Kegiatan juga biasanya dibuat semenarik mungkin karena murid murid belajar sambil bermain. Karena bertujuan agar murid dapat terbantu, pihak sekolah menghimbau agar semua murid dapat mengikuti kegiatan tersebut. Tetapi itu semua tidak mudah, sebab murid-murid yang kurang mampu kesulitan dalam biaya.
Adapun di sekolah saya ada program subsidi silang. Masalahnya adalah program tersebut tidak 100% ampuh, dikarenakan jumlah murid yang tidak mampu lebih banyak dibanding murid yang mampu. Banyak orang tua dari murid-murid kurang mampu yang mengeluh masalah keuangan. Walaupun banyak masalah yang dikarenakan adanya segelintir murid kurang mampu, saya percaya pihak sekolah tak akan mungkin mengeluarkan murid kurang mampu dari sekolah, karena murid-murid kurang mampu pun punya hak untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.
Saya percaya bahwa hampir di setiap rumah pasti ada barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi oleh pemiliknya entah itu karena sudah bosan atau ukurannya sudah tidak pas lagi, tetapi masih bagus atau masih bisa dipergunakan kembali oleh orang lain. Alangkah lebih baik jika barang bekas tersebut dimanfaatkan agar tidak mubadzir karena dibuang percuma.
Rencana saya adalah memanfaatkan barang-barang bekas tersebut. Maka saya pun mengemukakan ide tersebut ke guru-guru di sekolah khususnya kepala sekolah dan wali kelas saya dan ternyata mereka setuju.
Pada pertengahan bulan maret, saya memberitahukan kepada teman-teman dan adik kelas tentang ide saya yang bertajuk ‘pengumpulan barang bekas’ . saya menjelaskan kepada mereka bahwa jika mereka sudah mengumpulkan barang bekas cukup banyak, kita semua akan menjualnya bersama-sama pada event-event tertentu. Rata-rata pertanyaan mereka sama: “nanti jika semua barang bekas itu habis terjual, uangnya akan kita gunakan untuk apa?” Saya jawab akan kita gunakan untuk kegiatan yang akan kita lakukan bersama-sama atau untuk membeli buku pelajaran yang akan kita simpan sebagai perpustakaan sekolah agar yang tidak punya buku pelajaran terbantukan, kebetulan saya dan beberapa teman perempuan saya membentuk suatu komunitas cinta baca. Komunitas ini bertujuan meningkatkan minat membaca anak bangsa. Dari kita untuk kita oleh kita, itulah motto program pengumpulan barang kami.
Ide saya pun mulai mendapat respon. Sebagian besar dari mereka mulai berinisiatif mengumpulkan barang yang sudah tidak terpakai dari rumah mereka masing-masing.
Dikarenakan saya percaya bahwa hampir disetiap rumah pasti ada barang bekas. Maka saya pun yakin bila teman-teman dan adik kelas saya pasti bisa mengumpulkan barang bekas. Kalaupun dirumah mereka tidak ada barang bekas mereka pasti bisa mengusahakan dengan cara meminta barang bekas kepada saudara atau tetangga mereka seperti yang dilakukan oleh saya.
Saya senang ternyata selain barang bekas yang tidak terpakai ada juga yang mengumpulkan barang yang masih baru tetapi tidak mereka gunakan lagi, diantaranya yang cukup mengharukan adalah saya mendapat sumbangan barang dari seorang ibu yang saya kenal di komunitas Sahabat Kota masih dalam keadaan bagus dan baru. Sambutan yang tulus dari teman teman juga membuat saya semangat untuk terus melaksanakan program ini walaupun masih banyak teman-teman saya terutama yang laki-laki kurang antusias namun saya yakin program ini dapat berjalan dengan baik, amin.
Pada tanggal 8 Mei 2010 kami mengadakan bazaar untuk yang pertama kalinya pada acara seminar orang tua murid yang diadakan pihak sekolah, alhamdulillah terkumpul uang sebesar Rp 315.000,00 tetapi barang-barang kami masih banyak. Saya berencana akan menjualnya kembali pada acara pembagian rapor dan acara-acara lainnya, misalnya mengadakan “Garage Sale”.
Saya berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan dapat diteruskan oleh adik-adik kelas saya jika nanti saya sudah lulus SMP, karena saya yakin hal ini bisa dilakukan oleh banyak orang tanpa mengenal usia dan kekayaan. Barang-barang yang kita kumpulkan menjadi mikik bersama SMP Alfa Centauri oleh karena itu saya berharap semua teman-teman saya bisa ikut serta dalam program ini karena mottonya Dari kita untuk kita oleh kita sehingga kita semua bisa saling membantu teman yang membutuhkan. Dan mudah-mudahan kita bisa merasakan kebahagiaan bersama dengan semua teman sehingga belajar di sekolah jadi lebih menyenangkan bagi semua siswa.
Dengan kerjasama diantara kita teman-teman yang kurang mampu tidak merasa jadi beban karena kita sama-sama berusaha mencari dana ini. Tidak ada lagi perbedaan fasilitas belajar untuk teman-teman saya yang kurang mampu karena kita mudah-mudahan bisa membantunya dari hasil penjualan barang ini dan teman-teman yang kurang mampu merasa bahwa mereka tidak menerima bantuan begitu saja tetapi dengan usaha membantu mengumpulkan dan menjualkan barang-barang yang kita punya, semoga Allah SWT meridhoi dan membantu kami semua mewujudkan kebersamaan ini, amin.
untuk yang ingin membantu kami, menyumbangkan barang-barangnya bisa dititipkan di sekolah kami SMP Alfa Centauri
Jalan Terate no 10 Bandung
atau
di kantor ibu saya
Jalan Lombok 9 bandung
telp 022-70002048
terima kasih atas apresiasi dan dukungannya, semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang banyak, amin.
bazar pertama tanggal 8 mei 2010